WhatsApp

+62 812-3299-9470

Email

jttcugm.jogja@gmail.com

Jam Buka

Senin - Jum'at: 08.30AM - 04.30PM Sabtu: 08.30 AM - 01.30 PM

Bagi Informasi Ini

Pelatihan Spa-Pertumbuhan bayi merupakan fase-fase yang sangat diperhatikan oleh orang tuanya. Secara teori menurut Prof Dr Kusnadi Rusmil SpA(K) dari RS Hasan Sadikin Bandung, perkembangan bayi dikatakan normal apabila aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif dan sosialisasi berjalan dengan baik. Apabila tidak berjalan sesuai teori maka para orang tua perlu mewaspadainya.

Salah satu aspek yang bisa langsung diamati perkembangannya adalah aspek motorik. Motorik kasar yang berfungsi untuk memindahkan batang tubuh atau bagian dari aktivitas motor yang melibatkan keterampilan otot-otot besar.

Misalnya kemampuan anak untuk tengkurap, duduk dan berdiri. Motorik halus adalah koordinasi otot-otot kecil seperti kemampuan mengambil sesuatu yang membutuhkan koordinasi antara tangan dan mata.

Baca Juga : Pelatihan dan Sertifikasi Spa untuk Ibu Baru Melahirkan

Keadaan beresiko yang mempengaruhi perkembangan otot bayi :

  • Bayi waktu lahir terlambat menangis menandai kurangnya oksigen sehingga bisa berpengaruh pada kerusakan otak yang selanjutnya mempengaruhi perkembangan bayi
  • Bayi lahir dengan berat bada rendah atau mengalami kesakitan berulang setelah lahir sehingga kekurangan nutrisi.

Peran orang tua adalah mengoptimalisasi tumbuh kembang bayi dengan cara mengajak bermain dan mengobrol setidaknya 30 menit sehari pada saat bayi sedang ingin bermain. Misalnya seperti menengkurapkan bayi lalu memberikan bola didepannya untuk bermain.

Apabila anak menggerakkan tangan dan menggelengkan kepala kanan kiri maka anak tersebut memiliki perkembangan otot sebagai dasar dan persiapan untuk menegakkan kepala, tengkurap sendiri, duduk, berdiri dan berjalan.

Narasumber lain dari FK UI yaitu Dr Hardiono bicara tentang aspek motorik ada istilah kekenyalan otot atau tonus. Bayi yang terlalu kaku disebut hipertonia sedangkan bayi terlalu lemas disebut hipotomia. Orang tua dapat menguji dengan saat bayi telentang dapat menggerakkan tangan dan kakinya secara aktif. Bayi hipotonia lengan dan tungkai terjulur lemas sedangkan bayi hipertonia terlihat seperti kayu dengan posisi tungkai saling menyilang.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Pelatihan Bersertifikat BNSP Pijat Bayi dapat menghubungi kami di 0812-1501-7910.

Jadwal Pelatihan Bersertifikat BNSP Pijat Bayi

Angkatan 1, 5-6 Januari 2022
Angkatan 2, 2-3 Februari 2022
Angkatan 3, 4-5 Maret 2022
Angkatan 4, 7-8 April 2022
Angkatan 5, 5-6 Mei 2022
Angkatan 6, 2-3 Juni 2022
Angkatan 7, 7-8 Juli 2022
Angkatan 8, 24-25 Agustus 2022
Angkatan 9, 1-2 September 2022
Angkatan 10, 6-7 Oktober 2022
Angkatan 11, 23-24 November 2022
Angkatan 12, 1-2 Desember 2022

Artikel yang Disarankan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *