WARNING !!!! Spa Kelas Atas Hingga Pijat Tradisional Ada ‘Plus’ nya?

Bagi Informasi Ini

sehat-dan-cantik-dengan-berbagai-lulur-tradisionalPelatihan SPA | Bisnis SPA -Bisnis prostitusi berkedok panti pijat atau spa memang sudah lama muncul di Yogya sejak beberapa waktu terakhir. Keberadaan panti pijat atau spa dan sejenisnya seperti ini bisa dibilang semakin tumbuh subur.Puluhan panti pijat dengan jasa layanan ‘plus-plus’ bahkan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut wilayah. Mulai dari panti pijat tradisional kelas bawah, spa kelas menengah, hingga tempat perawatan spa ekslusif untuk kalangan menengah ke atas. Dari berbagai informasi yang didapat, hampir semua tempat panti pijat dan spa semacam ini biasanya menyediakan jasa layanan ‘plus-plus’ dari para therapis atau wanita pemijatnya. Meskipun tak semua panti-pijat dan spa tersebut dapat memberikan layanan ‘full sex’ atau hingga berhubungan badan.

Di salah satu panti pijat dan spa ekslusif di kawasan Yogya utara misalnya, para therapisnya dilarang untuk memberikan layanan sex hingga hubungan badan kepada setiap tamu di lokasi atau dalam istilah ‘dunia perlendiran’ disebut FJ atau (F**k Job). Meski begitu para lelaki hidung belang yang datang ke panti pijat dan spa ini tetap bisa mendapat layanan plus seperti ‘Mandi Kucing’ (MK) hingga ‘Petik Mangga’ (PK).

Dengan tarif yang jauh relatif lebih mahal dari panti pijat tradisional, para tamu yang datang ke tempat perawatan dan spa eksklusif ini pun mendapat pelayanan yang cukup ‘wah’. Tak hanya bangunan gedungnya yang bertingkat dan megah, sistim keamanan serta fasilitas penunjang dan layanan lainnya pun terbilang mewah dengan beragam pilihan. Tak heran para tamu yang datang ke tempat ini pun mayoritas berasal dari kalangan berduit dengan kendaraan mewah.

Soal penampilan dan kemolekan therapis, tempat perawatan spa ekslusif seperti ini menyediakan beragam pilihan. Setidaknya terdapat puluhan wanita usia muda dengan berbagai tipe yang siap melayani para tamu yang datang ke tempat ini secara bergantian. Mulai dari yang jago memijat, atau yang pijatannya biasa saja namun wajah dan tubuhnya bak seorang model majalah.

Biasanya setiap tamu yang datang ke tempat ini akan ditanya oleh Guest Relation Officer (GRO), menginginkan therapis yang seperti apa. Setelah itu, therapis yang bersangkutan akan langsung datang ke kamar. Tapi bagi tamu yang telah memiliki langganan, dapat langsung meminta therapis bersangkutan dengan menyebut nama atau ‘nomor’ si therapis tersebut.

“Karena disini tidak melayani FJ, biasanya tamu yang datang adalah mereka yang benar-benar menginginkan pijat. Jika ingin FJ ya harus main di hotel. Asal udah kenal biasanya mereka mau. Tinggal minta kontak dan janjian aja,” kata salah seorang lelaki hidung belang, sebut saja Alex yang mengaku telah mencicipi sejumlah panti pijat dan spa di Yogya.

Lain tempat spa, lain pula tarif serta jasa pelayanan yang diberikan. Untuk panti pijat dan spa kelas menengah, banyak dijumpai dikawasan ring road utara Yogyakarta dengan belasan therapis di setiap tempatnya. Tak seperti spa kelas atas, model keamanan di spa kelas menengah ini cenderung lebih longgar. Para tamu lelaki penikmat ‘ihik’ juga dapat secara langsung memilih para therapis yang diinginkannya tanpa melalui GRO.

Dengan fasilitas ruangan yang cukup memadai, para lelaki hidung belang yang datang ke tempat ini dapat menikmati layanan plus di lokasi dengan para therapis. Mulai dari sekedar pijat biasa hingga ritual asyik lainnya. Seperti halnya di tempat spa atau panti pijat lainnya, negosiasi jenis layanan plus serta tawar menawar soal tarif biasanya langsung dilakukan tamu dengan para therapis bersangkutan saat telah berada di dalam kamar. Sehingga di bagian penerima tamu hanya memilih jenis room (kamar) atau treatment yang diinginkan.

“Soal tarif tergantung bagaimana kita SSI (Speak-speak Iblis) dengan therapisnya. Tapi rata-tara berkisar antara Rp 300-450 sekali main. Itu sudah termasuk ruangan dengan durasi sekitar 1 jam,” katanya.

Sementara itu puluhan panti pijat tradisional kelas bawah dengan mudah dapat ditemukan di berbagai belahan sudut wilayah kota Yogyakarta. Mulai dari kawasan Jalan Solo, Jalan Kadipaten, Ring-Road Utara, Jalan Palagan dan banyak tempat lainnya yang tersebar di sudut Yogya Selatan, Yogya Timur maupun YogYa Barat.

Dengan tarif yang lumayan murah berkisar antara Rp 100-200 ribu sekali main, para lelaki hidung belang sudah dapat menikmati hubungan sex tanpa perlu banyak prosedur. Tawar menawar harga pun langsung dapat dilakukan dengan beberapa pilihan terapis begitu masuk ke dalam panti. Meskipun harus diakui kualitas tempat/fasilitas serta penampilan para therapis di panti pijat semacam ini minim dan bisa dikatakan jauh dibawah tempat spa umumnya.

Selain ruang pijat yang sempit dan tak jarang hanya bersekat triplek, para therapis di sejumlah panti pijat ini umumnya juga telah berusia sekitar 30 tahun ke atas atau sering disebut Setengah Tua (STW). Meski pun tak bisa disangkal kadang ada pula therapis yang masih berusia di bawah 30.

“Kalau nafsu sudah tidak bisa ditahan sementara isi dompet sedang tipis, PP (panti-pijat) pinggiran adalah pilihan saya. Ya lumayanlah sekedar untuk ‘ganti oli’,” pungkas Alex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *